Welcome Comments Pictures
More Images @ MyNiceProfile.com ExactSeek: Relevant Web Search

Minggu, 11 Agustus 2013

Kepribadian Narsisistik

Berbeda dengan seseorang yang di katakan Narsis pada umumnya. Karena Narsisistik bukanlah hanya seperti selalu mengaca setiap ada cermin atau suka berfoto-foto baik seorang diri ataupun dengan teman-temannya. Melainkan lebih luas dari hal tersebut, karena orang yang dikatakan memiliki gangguan kepribadian narsistik atau narsis adalah seseorang yang memiliki gangguan psikologis tepatnya pada kepribadian orang tersebut. Seperti yang saya kemukakan pada artikel sebelumnya yakni http://snowytiwi.blogspot.com/2013/08/narsis-atau-narsisistik-apa-kalian.html

Narsis atau Narsisistik ?? Apa Kalian Narsis?

What is the Meaning of Narcissistic ???
Mungkin itu yang selalu menjadi pertanyaan banyak orang, apa sih narsis itu?

Kebanyakan dari orang-orang baik remaja, anak-anak, bahkan dewasa mengartikan narsis sebagai suatu hal yang biasa di lakukan seseorang secara berlebihan ketika orang tersebut senang melakukan suatu hal secara terus-menerus, misalnya saja ada beberapa gadis remaja yang senang sekali berfoto-foto di mana saja dengan gaya-gaya yang lucu atau dengan gaya seperti mebuat tanda V dengan jarinya ketika berfoto, atau memanyunkan bibirnya ketika berfoto baik berfoto-foto dengan teman-temannya ataupun seorang diri yang kemudian foto tersebut akan diunggahnya ke sosial media ataupun menjadi koleksi pribadi.
Atau ketika seseorang senang sekali membuat foto dirinya sendiri di setiap kesempatan, maka kebanyakan orang akan menggap orang tersebut memiliki sifat NARSIS, karena suka foto-foto sendiri di manapun dan memamerkannya di sosial media.
Atau ketika ada seseorang yang senang sekali berkaca di depan cermin dan memperhatikan penampilan dirinya sendiri di cermin berjam-jam. Dimanapun ada cermin orang tersebut akan reflek untuk menoleh ke cermin tersebut untuk memperhatikan penampilannya, dengan kebiasaan yang seperti orang lain yang melihatnya akan mengatakan kalau orang tersebut memiliki sifat NARSIS....

Rabu, 07 Agustus 2013

4 Langkah Mudah Mengenali Kondisi Kuku

Kenali Yuk... Kondisi Kuku kita...



Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang selalu diperhatikan oleh banyak orang. Karena kuku selalu bisa terlihat oleh setiap orang, oleh karena itu kuku juga harus mendapatkan perawatan khusus setiap harinya. Sebab kuku juga salah satu penunjang penampilan kita, apa lagi bagi para wanita.

Cara Mengidentifikasi Kondisi Tubuh Dengan Kuku

Wah... ternyata kuku bukan hanya sekedar sebagai penunjang penampilan kita saja lho...!!!
Tapi tau kah Anda kalau kuku kita juga bisa mengidentifikasikan kondisi tubuh kita.

BENARKAH....... Lalu Bagaimana CARANYA...??

Cara Jitu Mengatasi Masalah Bibir Kering



Bibir Pecah-pecah....

Apakah kalian sering mengalami bibir pecah-pecah, kering, atau bahkan bibir terasa kasar dan berdarah atau perih hingga akhirnya terjadi sariawan pada bibir anda???
Jika iya,, itu artinya pelepasan sel-sel kulit mati pada bibir anda tidak terjadi secara benar. Sehingga menyebabkan bibir anda terasa kering atau pecah-pecah.
Karena pada dasarnya kulit kita selalu bergenerasi setiap hari, jadi kita harus memperhatikan kesehatan kulit kita. Bukan hanya kulit tubuh, tangan, kaki, dan wajah, tetapi juga kulit bibir anda juga harus mendapatkan perhatian.

Jumat, 18 Mei 2012

ANALISIS JURNAL SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA PADA MANUSIA


Mata merupakan alat indra yang terdapat pada manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak. Mata merupakan salah satu indra penting dalam tubuh manusia, sebab dengan menggunakan indra penglihatan inilah manusia dapat melihat berbagai jenis hal-hal didunia ini dan manusia tersebut dapat mengerjakan pekerjaan apapun tanpa ada kendala. Namun apabila indra penglihatan kita tersebut terdapat gangguan atau penyakit yang menyerang mata kita maka, fungsi penglihatan mata kitapun akan terganggu. Sehingga kita tidak dapat melihat objek dengan jelas.
Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, pada bidang kedokteran saat ini juga telah menfaatkan teknologi untuk membantu peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas. Pekerjaan yang sangat sibuk dari seorang dokter mengakibatkan bidang sistem pakar mulai dimanfaatkan untuk membantu seorang pakar/ahli dalam mendiagnosa berbagai macam penyakit, seperti jantung, ginjal, stroke, kanker, gigi, kulit hingga ke mata.
Sistem pakar merupakan suatu program aplikasi komputerisasi yang berusaha menirukan proses penalaran dari seorang ahlinya dalam memecahkan masalah spesifikasi atau bisa dikatakan merupakan duplikat dari seorang pakar karena pengetahuannya disimpan didalam basis pengetahuan untuk diproses pemecahan masalah. Data yang tersimpan dalam database akan menginformasikan suatu keluhan pasien dengan akurat dan dapat menyimpulkan jenis penyakit mata yang diderita oleh pasien.
Pada jurnal “Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia” sangat jelas dijabarkan mengenai desain data, desain proses, implementasi sistem, kebutuhan antar muka, design diagram arus data, diagram konteks dan sebagainya. Bagaimana cara-cara user atau pasien dalam menjalankan sistem pakar tersebut juga dijelaskan secara terperinci dalam jurnal tersebut.
Desain Data
Dari hasil analisis sistem yang dilakukan pada pembuatan perangkat lunak ini, data-data tersebut dikelompokkan sesuai dengan class tertentu untuk memudahkan dalam pembuatan program. Selain itu ada beberapa data yang disimpan pada tabel.
  1. Untuk menyimpan data tertentu pada pembuatan perangkat lunak ini dibutuhkan empat tabel yaitu :
1.     Tabel DbLogin untuk menempatkan data login user setelah melakukan proses registrasi/pendaftaran pasien.
2.    Tabel DbPasien untuk menempatkan datadata pasien yang menderita penyakit mata.
  1. Pada pembuatan perangkat lunak sistem pakar, dibuat suatu sistem yang dapat menggantikan seorang pakar yang mana sistem menjadi suatu perangkat lunak yang dapat meemberikan kesimpulan konsultasi dari pasien.
Desain Proses
Pada jurnal sistem pakar untuk diagnonosa penyakit mata pada manusia ini, pada bagian desain prosesnya menggunakan decision tree. Tree yang digunakan pada penelitian ini merupakan suatu forward chaining tree. Hal tersebut berkaitan dengan masalah diagnosis yang dibahas dalam penelitian sistem pakar pada diagnosa penyakit mata. Pada forward chaining tree penelusuran informasi dilakukan secara forward (kedepan) seperti yang umumnya digunakan pada masalah-masalah diagnosis lainnya.
Dari pernyakit mata yang diketahui, kemudian mencoba melakukan penelusuran ke depan untuk mencari fakta-fakta yang cocok berupa gejala-gejala penyebab penyakit mata yang bersangkutan. Pada tree tersebut dapat dilihat bagaimana suatu gejala penyakit atau kesimpulan gejala penyakit merujuk kepada suatu jenis penyakit tertentu, dan bagaimana beberapa gejala yang sama dapat merujuk kepada beberapa penyakit yang berbeda. Pada penelusuran dengan metode forward chaining dapat dilihat bahwa penelusuran kedepan untuk mengenali penyebab dan jenis penyakit yang dialami oleh pasien, sehingga pasien dapat mengetahui penyakit mata apa yang dialaminya.
Implementasi Sistem
Pada jurnal “ Sistem Pakar Untuk Diagnosis Penyakit Mata Pada Manusia” ini juga dijelaskan tentang rules yang digunakan dalam sistem pakar tersebut. Implementasi rules (aturan-aturan) dalam sistem pakar untuk diagnosa penyakit mata yaitu :
Rule_1
IF Gejala_A = Peradangan_mata And
   Gejala_B = Glaukoma_akuta Then
Penyakit_1 = Edema_palpebra_inflamatoir
CNF 80
Rule_2
IF Gejala_A = Alergi And
   Gejala_B = Gigitan_serangga Then
Penyakit_2 =
Edema_palpebra_noninflamatoir CNF 80
Rule_3
IF Gejala_A = Peradangan_mata And
   Gejala_B = Alergi Then
Penyakit_1 = Edema_palpebra_inflamatoir
CNF 85
Rule_4
IF Gejala_A = Alergi And
   Gejala_C = Sistimik Then
Penyakit_2 =
Edema_palpebra_noninflamatoir CNF 80
Rule_5
IF Gejala_B = Gigitan_serangga And
   Gejala_C = Sistimik Then
 Penyakit_2 = Edema_palpebra_inflamatoir
CNF 75
Rule_6
IF Gejala_A = Sekret_konjungtiva And
   Gejala_B = Alergi_kosmetik Then
Penyakit_3 = Dermatitis_palpebra CNF 80
Rule_7
IF Gejala_A = Sekret_konjungtiva And
   Gejala_B = Alergi_obat Then
Penyakit_3 = Dermatitis_palpebra CNF 80
Rule_8
IF Gejala_A = Alergi_kosmetik And
   Gejala_B = Alergi_obat Then
Penyakit_3 = Dermatitis_palpebra CNF 85
Rule_9
IF Gejala_A = Kemerahan And
   Gejala_B = Edema Then
Penyakit_4 = Blefaritis CNF 75
Rule_10
. . .
. . .
. . .
. . .
Rule_42
IF Gejala_A =
Rangsangan_mekanis_pada_kornea And
   Gejala_B = Rasa_sakit And
   Gejala_C = Lakrimasi And
   Gejala_D = Fotofobi And
   Gejala_E = Blefarospasme And
   Gejala_F = Kekuruhan_kornea And
   Gejala_G = Ulkus_kornea And
   Gejala_H = Kemerahan_konjungtiva
Then
Penyakit_14 = Trikiasis
Kebutuhan Antarmuka
Agar data yang dibutuhkan oleh sistem dan data-data yang dihasilkan oleh sistem dapat diketahui oleh user maka pada pembuatan perangkat lunak ini membutuhkan beberapa form. Form-form yang dibutuhkan pada pembuatan perangkat lunak adalah sebagai berikut :
  1. Form utama yang digunakan menampilkan menu-menu dari perangkat lunak.
  2. Form login user (pemakai) untuk menggunakan perangkat lunak sistem pakar dimana dilihat dari level akases pemakai.
  3. Form registrasi (pendaftaran) pasien baru, disini pasien dapat mengisi data dan username (ID) dan password yang dapat agar dapat melakukkan proses login user untuk konsultasi/diagnosa penyakit mata.
  4. Form edit data pasien dan hapus data pasien, digunakan untuk mengubah data pasien dan menghapus data pasien yang tidak digunakan.
  5. Form yang digunakan untuk melakukan proses identifikasi jenis penyakit yaitu form aplikasi konsultasi pasien atau form sistem pakar diagnosa penyakit mata.
  6. Form yang digunakan untuk menampilkan semua data pasien yang telah terdaftar di perangkat lunak sistem pakar.
  7. Form bantuan terhadap administrator dan penggunaan perangkat lunak sistem pakar oleh pasien.
Perancangan antar muka dapat dilakukan pengujian dengan mencoba menjalankan aplikasi program yang telah dirancang. Seorang pasien dapat saja langsung mencoba melakukan pengujian dengan diawali mendaftar sebagai pasien, kemudian mendapatkan ID (nama penggunaan sistem) dan password. Selanjutnya pasien langsung dapat berkonsultasi dengan perangkat lunak sistem pakar tersebut. Setelah konsultasi, maka sistem akan menghasilkan suatu kesimpulan penyakit pasien.
Design Diagram Arus Data
Data flow diagram (DFD) atau diagram arus data merupakan suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentukbentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan. Walaupun nama diagram ini menekankan pada data, situasinya justru sebaliknya: penekanannya ada pada proses. Data flow siagram (DFD) yang digunakan dalam sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit mata pada manusia ini yaitu DFD (Data Flow Diagram) level 1. DFD level 1 merupakan definisi dari diagram kontek untuk melihat lebih jelas proses sistem yang terjadi pada sistem pakar diagnose penyakit mata. Dapat dilihat bahwa DFD level 1 (satu) memiliki beberapa proses untuk diagnosa mata diantaranya adalah proses pemasukkan data gejala dilakukan oleh admin sistem, kemudian proses konsultasi masuk pada proses penelusuran penyakit dan di diagnosa oleh system engineer, agar menghasilkan suatu kesimpulan maka proses diagnosa mengirim hasil tersebut ke pasien.
Diagram Konteks
Diagram konteks bertujuan untuk melihat informasi sistem pakar diagnosa penyakit mata pada proses sistem secara keseluruhan. Pada diagram kontek ini terdapat 3 sistem yang mempengaruhi pemprosesan untuk mendiagnosa penyakit mata pada manusia, diantaranya adalah:
  1. Pakarnya (dokter/admin sistem) dapat berfungsi sebagai administrator untuk memasukkan data-data baru mengenai gejala dan jenis penyakit.
  2. User (pemakai sistem pakar) adalah pasien yang berkonsultasi dengan sistem pakar lunak diagnosa penyakit mata.
  3. System Engineer (mesin sistem pakar) untuk mengelolah dan mempresentasikan jenis penyakit dan mengelolah rules (aturan-aturan) gejala menjadi jenis penyakit.
Pada jurnal “Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia” ini sangat jelas dijabarkan bagaimana cara seseorang pasien yang ingin berkonsultasi tentang penyakit mata yang dialaminya melalui sistem pakar tersebut. Jurnal ini menjelaskan dengan rinci bagaimana langkah-langkah dalam menggunakan sistem layanan konsultasi mata ini, dengan sistem pakar tersebut. Setiap langkah-langkah dari login dalam layanan tersebut hingga melakukan konsultasi sehingga pasien dapat mengetahui apa penyakit mata yang dialaminya tersebut, dijelaskan secara lengkap dan disertai dengan tampilan gambar-gambar yang dapat lebih rinci menjelaskan tentang sistem pakar tersebut.
Selain itu juga dalam jurnal “Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia juga dijelaskan metode apa saja yang digunakan dalam menciptakan sistem pakar tersebut. Dalam desain proses jurnal ini menggunakan metode decision tree. Tree yang digunakan pada penelitian ini merupakan suatu forward chaining tree. Dalam decision tree tersebut dijelakan dalam bentuk tabel mengenai bermacam-macam gejala-gejala penyakit mata dibagian kirinya dan dibagian kanan terdapat tabel yang menunjukkan penyakit-penyakit mata yang disebabkan dari gejala-gejala tersebut. Sistem ini sempat diujikan kepada 5 pasien yang menderita penyakit Edema Palpepbra (sesuai dengan hasil diagnosa dokter mata).
Pada sistem pakar tersebut memiliki kelebihan yaitu pasien dapat langsung berkonsultasi dengan sistem perangkat lunak tanpa harus berkonsultasi dengan seorang pakarnya (dokter mata) dengan syarat harus mendaftarakan diri sebagai pasien dan mendapatkan account login. Hasil diagnosa dapat menampilkan beberapa kemungkinan jenis penyakit mata pada manusia.
Namun pada sistem pakar tersebut, selain memiliki kelebihan seperti yang dijelaskan diatas, sistem pakar ini juga memiliki beberapa kelemahan yaitu: Sistem hanya dapat mengenali dan mendiagnosa jenis penyakit mata yang ada dalam tabel kebenaran penyakit yang terdapat dalam sistem pakar tersebut. Sistem hanya dapat mendiagnosa satu pasien dalam melakukan konsultasi, dan dapat mengulangi kembali konsultasi dengan login sistem.

SUMBER :
Hamdani.2010.Jurnal Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia. http://informatikamulawarman.files.wordpress.com/2010/07/02-jurnal informatika -mulawarman-juni2010-v-1-1.pdf. Samarinda: Universitas Mulawarman, Diakses Tanggal: 6 May 2012

Senin, 09 April 2012

Pekerjaan Di Bidang Psikologi Yang Menggunakan Komputer Sebagai Media/Alat Utama

Pada era globalisasi ini ditandai dengan semakin pesatnya kemajuan akan teknologi dan komputer, dimana kita dapat dengan mudah terhubung dengan orang lain tanpa harus keluar rumah. Kita dapat mengakses apapun yang kita inginkan dengan mudah. Kemajuan teknologi dan komputer juga merambah hingga ke bidang pekerjaan dan pendidikan. Dimana pekerjaan kita dapat dengan mudah terselesaikan dengan cepat dengan bantuan teknologi dan komputer. Dan dalam bidang pendidikan sendiri terbantu dengan banyaknya program-program pendidikan yang dapat diberikan oleh guru pengajar hanya dengan menggunakan beberapa software, yang dapat membantu dalam proses pengajaran dan pembelajaran bagi siswa.
Dalam ruang lingkup bidang pekerjaan, perkembangan akan teknologi dan komputer dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan dalam berbagai profesi. Salah satunya dalam profesi psikolog, penggunaan komputer memberikan banyak kemudahan yang membuat suatu pekerjaan menjadi lebih cepat terselesaikan dan data-data penting dapat tersimpan dengan baik. Berikut ini terdapat dua profesi psikologi yang menggunakan alat bantu komputer;
         1.      HRD
Keterampilan dalam menggunakan alat tes Psikologi sangat dibutuhkan oleh siapapun yang berkecimpung dalam dunia HRD, khususnya yang terkait langsung dengan bidang rekrutmen, asesmen, dan training.
Selanjutnya, tidak jarang seseorang yang telah bekerja pada bagian atau divisi HRD dituntut untuk dapat melakukan pengetesan psikologis, terutama untuk tujuan-tujuan asesmen seperti; rekrutmen karyawan, promosi jabatan, pemetaan karyawan, analisis jabatan, konseling karyawan, pengukuran kompetensi karyawan, ataupun untuk tujuan lainnya.
Seiring kemajuan teknologi dan komputer itu pula, penggunaan alat-alat tes psikologi telah masuk ke dalam periode digital, dimana kini sudah mulai dapat ditemukan program-program komputer tes Psikologi, baik untuk melakukan tes digital, tes online, penginputan data, pengolahan data, skoring, bahkan hingga interpretasi hasil tes Psikologi sudah dapat dikeluarkan oleh program-program komputer tersebut, meskipun penggunaannya saat ini masih terbatas pada kalangan Psikologi. Salah satu kemudahan yang diberikan oleh teknologi dan computer yaitu profesi psikologi yang berkecimpung dalam dunia HRD yaitu kita dapat melakukan pengetesan dan juga scoring dengan menggunakan beberapa software yang sekarang dapat memudah pekerjaan tersebut. Salah satu software untuk Management Personalia & HRD yaitu SI-HRD.
Didalamnya terdapat modul-modul yang dapat memudahkan pekerjaan mulai dari pemasukan data, scoring dan sebagainya.SI-HRD memiliki modul yang sangat  lengkap antara lain:
a.    Modul Master
Modul ini digunakan untuk memasukan data-data master SI-HRD seperti setup karyawan, setup hari, setup basic lembur, setup pajak dan lain-lain
b.    Modul Training karyawan
Modul ini digunakan untuk mencatat permohonan dan kegiatan training karyawan karena permintaan perusahaan atau permintaan karyawan itu sendiri.
c.    Modul Penerimaan karyawan
Modul ini fungsinya untuk mencatat kegiatan penerimaan karyawan mulai dari test seleksi, system kontrak, perubahan ke system karyawan tetap dan lain-lain
d.    Modul Peringatan karyawan
Modul ini digunakan untuk mencatat dan memberikan surat peringatan (SP) kepada karyawan karena kesalahan karyawan, Modul ini dilengkapi dengan sanksi berupa blok gaji atau penghapusan tunjangan karyawan.
e.    Modul Mutasi Karyawan
Modul ini digunakan untuk mencatat kegiatan mutasi karyawan dari bagian/department satu ke department lain.
f.    Modul Penilaian dan penghargaan karyawan
Modul ini berfungsi untuk mencatat kegiatan penilaian dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
g.    Modul Payroll (penggajian)
Modul ini berfungsi untuk menangani masalah penggajian karyawan mulai dari absensi karyawan, lembur, slip gaji, THR, tunjangan karyawan, klaim karyawan, kenaikan gaji, asuransi, pajak dan lain-lain.
h.    Modul Pengunduran diri karyawan.
Modul ini digunakan untuk mencatat pengunduran diri karyawan , sisa gaji, pesangon dan lain -lain
i.     Modul utility
Modul ini digunakan untuk repair, seting parameter , backup data, restore data, sinkronisasi database antar cabang dan lain-lain.

         2.    KONSELOR
Dampak teknologi informasi sudah sedemikian besar pengaruhnya pada lingkup konselor. Bagi konselor akan sangat menunjang dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Sebenarnya pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi layanan Bimbingan dan Konsellingyang dapat dilakukan dengan teknologi informasi juga sudah dilakukan. Menurut Handarini (2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
Adapun potensi penggunaan teknologi informasi untuk bimbingan dan konseling menurut Cabanis (1999) yaitu, terdapat 8 potensi teknologi komputer berbasis internet dan 3 potensi komputer berbasis non internet untuk bimbingan dan konseling. Potensi teknologi komputer berbasis internet  yang dapat digunakan untuk bimbingan dan konseling yaitu :
a.    Email / Surat elektronik
Potensi penggunakaan oleh konselor antara lain untuk terapi, marketing, screening, client / therapist, surat menyurat untuk penjadwalan janji, monitoring inter-sessions, dan tindak lanjut post-therapeutic, transfer rekaman klien, referal, masukan, pekerjaan rumah, penelitian dan colegial profesional.
b.    Website / Homepages
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pemasaran, periklanan, diseminasi informasi, dan publikasi.
c.    Komputer konfrensi video
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk terapi, pekerjaan rumah, refeal, dan konsultasi.
d.    Sistem bulletin board/ listservs / newsgroup
Potensi penggunaan oleh konselor  antara lain, untuk konsultasi, referal / alih tangan kasus, sumberdaya untuk informasi, dan kegiatan asosiasi profesional.
e.    Simulasi terkomputerisasi
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk supervisi dan pelatihan kompetensi.
f.    Pangkalan data / FTP Sites
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk penelitian, sumber informasi bagi therapis, sumber informasi perpustakaan, transfer rekaman klien, penilaian dan analisis.
g.    Chat Rooms / Electronic Discussion Groups
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk terapi kelompok, membantu diri sendiri dan asesment / pengukuran.
h.    Software berbasis internet
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pelatihan ketrampilan dan keahlian, bantuan diri sendiri dan pelatihan ketrampilan dan pekerjaan rumah.
Sedangkan potensi teknologi komputer berbasis non internet  yang dapat digunakan untuk Bimbingan dan Konsellingyaitu
a.    Spreadsheet
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi klien dan penelitian.
b.    Pemrosesan kata
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, surat menyurat, marketing, publikasi, penelitian.
c.    Software non internet.
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk pelatihan ketrampilan untuk profesional dan klien, informasi bantuan diri sendiri, marketing, manajemen kantor, sumber referensi dan  catatan kasus.

Refrensi :
HRD&PayrollSystem.http://www.amandasoft.net/index.php?action=generic_content.main&id_gc=154.Diakses:6April2012
DigitalAssessmentTrainingSeries1.http://www.optimaconsultant.com/services/digitalassessment-training-series-dats/digital-assessment-training-series-1/dats-1.Diakses:6April2012
Suharman,W.2011.ImplikasiPerkembanganteknologiInformasiDalamBimbinganDanKonseling.http://konselorindonesia.blogspot.com/2011/02/implikasiperkembanganteknologi.html.Diakses:6April2012
Dangling Rainbow Hearts Kawaii Cute Dancing Kaoani